Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali menegaskan komitmennya sebagai partai yang hadir untuk rakyat. Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, menyerukan kepada seluruh kader di seluruh Indonesia agar tidak menunggu jabatan politik untuk berbuat bagi masyarakat. Menurutnya, kerja nyata dalam membantu rakyat adalah bentuk pengabdian sejati yang harus dilakukan tanpa pamrih dan tanpa harus memiliki posisi formal di pemerintahan.
Fokus pada Pelayanan dan Pengabdian
Dalam arahannya, Hary Tanoe menekankan bahwa perjuangan politik tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh kekuasaan atau jabatan, melainkan sebagai sarana untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kader Perindo harus menjadi teladan di lingkungannya dengan memberikan kontribusi nyata dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
“Jabatan bukan satu-satunya cara untuk membantu rakyat. Yang terpenting adalah tindakan nyata dan kepedulian,” ujarnya dalam pertemuan dengan para kader. Dengan semangat ini, Perindo ingin memastikan bahwa setiap kader tetap bekerja untuk rakyat, baik berada di dalam pemerintahan maupun di luar struktur politik.
Menumbuhkan Kader yang Peduli dan Produktif
Perindo terus berupaya menumbuhkan kader-kader yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan semangat gotong royong. Hary Tanoe menilai, kekuatan utama partai politik bukan hanya dari jumlah kursi di parlemen, tetapi dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Kader yang aktif di tengah masyarakat akan memperkuat citra partai sebagai organisasi yang berpihak pada rakyat kecil.
Program-program sosial seperti pelatihan keterampilan, bantuan usaha kecil, dan kegiatan pendidikan masyarakat menjadi bukti konkret peran kader Perindo di berbagai daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas kehadiran partai di akar rumput dan memperkuat kepercayaan publik terhadap Partai Perindo.
Politik sebagai Sarana, Bukan Tujuan
Menurut pandangan Hary Tanoesoedibjo, politik sejatinya adalah sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yakni kesejahteraan bersama. Karena itu, ia mengingatkan agar kader tidak terjebak pada ambisi pribadi untuk meraih posisi atau kekuasaan. “Kita berpolitik untuk membawa manfaat. Kalau rakyat sejahtera, maka perjuangan politik kita berhasil,” tegasnya.
Dengan pesan ini, Perindo ingin menegaskan identitasnya sebagai partai yang tidak hanya aktif saat masa kampanye atau pemilihan umum, tetapi terus hadir dalam kehidupan masyarakat setiap saat. Perindo mendorong kadernya untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial, membantu warga yang membutuhkan, dan memperjuangkan kebijakan yang pro-rakyat.
Menatap Masa Depan Politik yang Berintegritas
Pesan moral yang disampaikan oleh Hary Tanoe menjadi pengingat penting bagi seluruh kader politik di Indonesia. Di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap partai politik, komitmen untuk bekerja tanpa pamrih merupakan langkah strategis untuk membangun kembali kepercayaan tersebut.
Perindo berharap, dengan semangat kerja nyata dan kepedulian sosial, partai ini dapat menjadi kekuatan politik yang berintegritas, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dengan demikian, pesan “bekerja untuk rakyat tanpa menunggu jabatan” bukan hanya menjadi slogan, tetapi menjadi pedoman moral dan arah perjuangan bagi seluruh kader Partai Perindo di masa depan.